Minggu, 20 Juli 2008

BECOME A TEACHER

Assalamu'alaikum wr.wb.
Sehari telah berselang,saya baca kembali tulisan saya tadi malam. Apalagi tentang perkataan saya yang menyatakan kalau saya pernah mengajar sedikot anak SD,SMP,SMU bahkan mahasiswa (meskipun hanya jadi assisten laboratorium).
Terkesan tidak komitmen bukan?????? mungkin,but its not the point. Justru dengan macam-macam anak yang pernah saya tangani,saya bertambah salut dengan profesi seorang pendidik,ini bukan berarti saya tidak menghargai profesi yang lain loh. Beberapa waktu lalu,saya pernah menjumpai beberapa orang yang terkesan masih memandang sebelah mata terhadap pengajar TK ataupun SD. Makin tinggi tingkat pendidikan,maka makin tinggi pula status sosialnya dalam masyarakat. Hampir saja saya terjebak dalam pola pikir seperti itu. Aneh..kan??? Padahal kalau masyarakat mau tahu baik pengajar ataupun pendidik playgroup,TK,SD,SMP,SMU maupun perguruan tinggi mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dalam penanganan anak. Jangan dikira mengajar TK itu lebih mudah daripada SD,begitupula SMP lebih mudah daripada SMU ataupun SMU lebih mudah daripada Perguruan Tinggi. Semuanya disesuikan dengan tahapan perkembangan seorang anak. Terkadang ini merupakan dilema,ketika seorang guru TK merasa rendah diri bila berhadapan dengan guru-guru SMP atau SMU. Apalagi jika guru itu lulusan S-1 seperti saya he...he...
Menjadi seorang guru adalah kebanggaan tersendiri,karena kesempatan untuk mengamalkan ilmu terbuka sangat lebar belum lagi apabila anak-anak yang kita didik mengalami perkembangan yang baik bahkan memperoleh sebuah prestasi. Bahkan menjadi seorang guru,kreatifitasnya tidak akan pernah terhenti oleh waktu.Oleh karena itu saya betul-betul tidak berani meremehkan profesi seorang guru apapun tingkatannya karena saya yakin mereka pun berusaha keras memberikan yang terbaik untuk para anak didiknya. Selamat berjuang wahai para GURU!!!!

1 komentar:

Anonim mengatakan...

yah..begitulah ibu, kadang manusia melihat sesuatu hanya berdasarkan apa yang terlihat secara duniawi, ukuran2 yang digunakan adalah deret angka dan deret hitung, sehingga semua dinilai berdasarkan angka2,apalagi dalam urusan status sosial masyarakat jaman sekarang semua ditentukan dengan hal yang berbau materi,sehingga kadang secara tidak sadar kita terjebak didalamnya, sibuk ngumpulin gelar di depan & belakang nama, menambah koleksi digarasi atau rumah.....dan itu tidak akan pernah cukup...ya ta? Demikian juga dengan profesi terkotak kotak dalam kasta2, ada profesi bawah, mengah dan atas...padahal kan tidak begitu? semua profesi dimata Sang Pencipta adalah baik selama tidak melewati batasan-Nya....apalagi seorang guru...sungguh mulia apapun tingkatannya asal dasarnya adalah sebagai pengabdian pada-Nya, Jadi HIDUP BU GURU...eits salah HIDUP GURU....
Sorry ya bu Comentnya kepanjangan....maklum dulu bekas komentator sepak bola..he...he...he...