Assalamu'alaikum......
Beberapa malam lalu,entah mengapa saya teringat dengan almarhumah nenek saya tercinta. Kalau saya boleh berbagi....ingin rasanya mengulang masa-masa dulu bersama dengannya. Apalagi di bulan Ramadhan ini,karena beliau menghadap ke hadirat Nya tepat 8 hari sebelum Idul Fitri tahun 2004.
Kami,cucunya selalu memanggilnya dengan panggilan sayang "Mbah Noe".
Mbah Noe...begitu banyak pengorbanan yang telah beliau berikan kepada kami. Beliau adalah wanita tangguh yang saya kenal,bagaimana tidak? beliau hidup sendiri di Banyuwangi sementara Ayah kami yang merupakan putra satu-satunya tinggal merantau di Serpong. Bahkan Mbah Noe yang telah ditinggal oleh kakek kami sejak Ayah kami masih belia justru mengajarkan kami tentang cinta dan kesetiaan beliau. Subhanallah......
Mbah Noe...beliau yang mengajarkan saya dan adik-adik saya untuk lebih mengenal Allah dengan lantunan doa dalam bahasa jawa dengan sedikit pulasan hindunya. Namun..beliau juga yang mengajarkan kami membaca Al Quran.
Mbah Noe..dalam keterpurukn ekonomi,beliau mengirimkan uang pensiunnya kepada kami yang tak lain untuk keberlangsungan pendidikan kami dan bahkan terkadang kami lupa tuk sekedar menanyakan apakah beliau memegang uang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Mbah Noe....di bulan Ramadhan seperti ini,biasanya beliau sibuk membuat kue "Grim" dan mengirimkannya ke Serpong untuk menyenangkan cucunya.
Mbah Noe......saat-saat malammu selalu kau isi dengan lantunan doamu yang panjang (cat : saya suka mengintip jika Mbah Noe sholat malam dan berdoa untuk kami semua)
Mbah Noe...beliau sangat perhatian kepada kami,bahkan jika kami terlihat lelah dan sedih,belaiau langsung mendekati kami dan memijati kami. Ya Allah..kami rindu akan itu semua.
Singkat cerita,saat itu,Mbah Noe sering sakit-sakitan. Kami yang tak tega melihatnya langsung membawanya ke Serpong untuk kami rawat bersama.
Sesampainya di Serpong,Mbah Noe terlihat gembira. Mungkin karena rasa rindunya yang telah terpenuhi. Namun...tidak berapa lama kesehatan beliau makin turun. Mbah Noe sukar untuk pergi ke kamar mandi sendiri. Hampir setiap malam kami bergiliran untuk memenuhi panggilannya.
Suatu ketika,karena saya lelah. Saya agak merasa jengkel,dan di puncak kejengkelan,saya lalai. Allah.....sekali lagi saya lalai.
Malam itu...Mbah Noe terkena stroke. Rasa penyesalan saya membuat saya diam seribu bahasa. Mbah Noe langsung dilarikan ke rumah sakit. Disana saya hanya melihat tubuh kurus yang tergolek lemah dengan selang infus yang terpasang dibadannya. Ya Allah......keadaanya sangat jauh berbeda dengan dahulu.
Hanya berselang 2 hari,belaiau dibawa kembali pulang. malam itu,karena penyesalan saya,saya bertekad saya akan menemani Mbah Noe. Diam-diam saya sangat menikmati kesendirian saya berdua dengan Mbah Noe. Saya pandangi wajahnya yang dulu selalu menemani saya tidur,menggendong dan merawat saya.
Saya duduk terpekur disampingnya seraya membaca ayat-ayat suci AlQuran. Tengah malam....beliau membuka matanya,beliau langsung mengikuti lantunan saya meski dengan lirih tak bertenaga. Ya Alah....itu adalah kenangan terindah saya berdua dengan Mbah Noe. Kenangan yang tidak akan pernah saya lupakan. Saat berdua itu pula saya minta maaf atas semua kelalaian saya dan kesalahan saya.
Beliau hanya mengangguk tanpa berucap sepatah pun. Tak berapa lama,saya pun tertidur karena esok paginya saya harus ikut training ISO 9001.
Pagi hari...saya cium dan peluk nenek saya tercinta itu. Saya tak tahu...ternyata itu adalah pelukan saya terakhir untuk selamanya karena siang harinya Mbah Noe berpulang menghadap Ilahi setelah melihat kedatangan cucu lelakinya yakni adik saya Sukma Agung V, setelah beliau melihat seluruh keluarganya berkumpul.
Ya Allah.....berikanlah kebaikan kepada almarhumah Mbah Noe,terimalah segala amalannya,jauhkanlah beliau dari siksa api neraka, amin.
(Cinta kami untukmu Mbah Noe ------------- Venty,Vita dan Dede)
2 komentar:
Kok aku lupa ya mbah Noe itu yang mana?? Yang aku inget waktu itu pas mau buka bersama bareng anak TK97 di daerah Villa Melati Serpong, trus kamu tiba-tiba enggak bisa dateng tuh,sama cahya. Katanya mbah venty meninggal. Eh betul itu bukan sih..?
tapi kok sebelum ISO training..?
Aiiih...ribet...
Daku lupa yang mana..?
Shin...aku kan ikut training ISO nya 2 kali. Yang pertama ISO 14001 dan yang terakhir pas Mbah Noe meninggal,aku ikut ISO 9001. Saat itu juga TK 97 mau adakan buka puasa bersama di Hartz Chicken Buffet di Villa Melati.
Posting Komentar