Kamis, 31 Juli 2008

SAMPAH LAGI...SAMPAH LAGI....

Assalamu'alaikum dunia....
Dua hari kemarin tepatnya hari selasa,sepulang dari mengajar,saya bertemu dengan anak-anak SMP 1 Serpong. Wajah ceria mereka sedikit menepis panas di dalam angkot D16 jurusan BSD-Muncul. Apalagi mereka sambil menegak minuman dingin hmm.....segar. TETAPI.......sayang sungguh sayang dari 8 anak yang bersama saya itu, 5 anak dengan enaknya membuang sampah plastik minuman mereka melalui jendela angkot ke jalan raya. Oh no.....bertambah kotorlah serpong. Nah,sepertinya ada satu anak yang berusaha mengingatkan mereka bahwa buang sampah itu tidak boleh plus dampak banjirnya. Seperti yang saya duga,temannya malah menjawab "Buang sampah itu tidak usah pada tempatnya" dan temannya itu membuang sampah lagi. Saya memang salah juga karena tidak langsung menegur,padahal saya sudah pakai jurus "tatapan tajam" plus "geleng-geleng kepala" yah...pakai body languange maksudnya.
Ternyata mereka tidak mengerti juga hingga akhirnya mereka terlanjur turun dari angkot. Padahal saya tahu betul,dari SD mereka pasti sudah diberitahu tentang dampak-dampak yang ditimbulkan oleh sampah.Tapi kok tidak berpengaruh ya???????? Nah..Ingat sampah,saya ingat juga ketika saya ambil kuliah AKTA IV di UIN. Sepulang dari kuliah,saya bertemu dengan 2 ibu-ibu yang asyik ngobrol sambil makan buah duku (cat: saat itu musim duku). Mereka kupas kulitnya,buang lewat jendela angkot,lalu makan dengan enaknya. It's so easy.....tinggal buang. Saya jadi bingung,apa mereka tidak tahu atau tidak mau tahu???? Melihat itu,saya pindahkan buku yang baru saya beli dan plastiknya saya berikan kepada mereka,sambil berkata, "Maaf ibu,daripada kulitnya dibuang di jalan,lebih baik dibuang ke dalam plastik saya saja,nanti biar saya yang membuangnya ke tempat sampah. Coba tebak,apa yang terjadi???? Mereka diam,tidak mengacuhkan saya bahkan tersenyum pun tidak. Alhamdulillahnya plastik diambil juga. Saya kira mereka akan membuang semua kulit duku disana,ternyata hanya lima atau enam kulit duku yang mereka masukkan ke dalam plastik selanjutnya mereka tetap membuang kulit duku keluar jendela dan di dalam mobil angkot (dibawah bangku). Saya hanya bisa menghela nafas,yang penting sudah mengingatkan. Bahkan abang supirnya cuma geleng-geleng kepala melihat mereka dan saya he...he...(cat : di angkot cuma saya dan 2 ibu itu).
Justru saya salut dengan murid-murid TK saya, setiap mereka lihat sampah berserakan, mereka langsung membuangnya di tempat sampah,kalaupun mereka lupa,mereka akan tersenyum dan minta maaf apabila diingatkan. Bahkan,jika tempat sampah agak jauh,mereka memilih memasukkannya ke dalam tas dan membuangnya nanti di rumah. Masyaallah,apakah kita tidak malu????? jika yang memberi contoh kepada kita adalah anak kecil??? Semoga Allah mengampuni kita,seperti kita tahu Allah menyukai keindahan dan kebersihan adalah sebagian dari iman. Bila kita saja sudah tidak peduli akan kebersihan lalu bagaimana dengan sebagian iman kita????

Minggu, 20 Juli 2008

MY CAMPUS




Wah...wah...kalau lihat foto-foto ini saya teringat waktu mahasiswa dulu. Meski rumah sangat jauh dari kampus,naik pesawat terbang lalu ditempuh dengan kereta api belum lagi naik angkot he..he...(cat: dekat sekali dengan kampus cuma 5 menit). Saya selalu berusaha untuk lewat jalan depan,melintasi rindangnya pepohonan. Hm....so sweet...ingat kampus,pasti ingat laboratorium juga karena saya suka sekali disana. Rasanya kangen pegang modul "jar-test","khromatografi","argentometri",dll di lab. Kimia Analisis, belum lagi di lab. Kimia Organik dengan modulnya "Analisa Tanin" dan "Iodoform". jadi kangen...........

BECOME A TEACHER

Assalamu'alaikum wr.wb.
Sehari telah berselang,saya baca kembali tulisan saya tadi malam. Apalagi tentang perkataan saya yang menyatakan kalau saya pernah mengajar sedikot anak SD,SMP,SMU bahkan mahasiswa (meskipun hanya jadi assisten laboratorium).
Terkesan tidak komitmen bukan?????? mungkin,but its not the point. Justru dengan macam-macam anak yang pernah saya tangani,saya bertambah salut dengan profesi seorang pendidik,ini bukan berarti saya tidak menghargai profesi yang lain loh. Beberapa waktu lalu,saya pernah menjumpai beberapa orang yang terkesan masih memandang sebelah mata terhadap pengajar TK ataupun SD. Makin tinggi tingkat pendidikan,maka makin tinggi pula status sosialnya dalam masyarakat. Hampir saja saya terjebak dalam pola pikir seperti itu. Aneh..kan??? Padahal kalau masyarakat mau tahu baik pengajar ataupun pendidik playgroup,TK,SD,SMP,SMU maupun perguruan tinggi mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dalam penanganan anak. Jangan dikira mengajar TK itu lebih mudah daripada SD,begitupula SMP lebih mudah daripada SMU ataupun SMU lebih mudah daripada Perguruan Tinggi. Semuanya disesuikan dengan tahapan perkembangan seorang anak. Terkadang ini merupakan dilema,ketika seorang guru TK merasa rendah diri bila berhadapan dengan guru-guru SMP atau SMU. Apalagi jika guru itu lulusan S-1 seperti saya he...he...
Menjadi seorang guru adalah kebanggaan tersendiri,karena kesempatan untuk mengamalkan ilmu terbuka sangat lebar belum lagi apabila anak-anak yang kita didik mengalami perkembangan yang baik bahkan memperoleh sebuah prestasi. Bahkan menjadi seorang guru,kreatifitasnya tidak akan pernah terhenti oleh waktu.Oleh karena itu saya betul-betul tidak berani meremehkan profesi seorang guru apapun tingkatannya karena saya yakin mereka pun berusaha keras memberikan yang terbaik untuk para anak didiknya. Selamat berjuang wahai para GURU!!!!

Foto-foto Indah KB/TKIT Lebah Madu






Assalamu'alaikum..... ini beberapa foto kegiatan anak-anak KB/TKIT Lebah Madu yang insyaallah menggambarkan betapa indahnya kehidupan mereka di sekolah dengan keaktifan,keceriaan bahkan kecerdasannya. Meski saya pernah sedikit mengajar anak SD,SMP,SMA,STM bahkan mahasiswa (laboratorium kimia kampus ITI) tapi senyum anak-anak KB/TK adalah senyum anak-anak yang lugu. Mereka ibarat kertas putih yang masih polos belum bertorehkan tinta-tinta hitam. Wassalamu'alaikum wr.wb.

TRAINING "Become Inspiring Teacher"


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Pa kabar dunia??? wah.....lumayan lama nih saya ga sapa kamu. Hari ini saya ikut training loh! Trainingnya di DTC,Sawangan Depok lantai 3.Trainingnya berjudul "Become Inspiring Teacher" dan yang menyelenggarakan Yasmin Learning Centre. Saya bersama 4 guru lainnya (Bu Husnul,Bu Tri,Bu Sugi dan Bu Siti) serta 1 guru lagi yang tiada asing lagi yaitu "teh fitri" berangkat jam 7.45 dari perempatan viktor menuju Sawangan lewat Villa Pamulang melalui Pondok Petir terussssssss.....aja,dan akhirnya sampailah kita di DTC. Alhamdulillah...ga ketemu macet sama sekali. Terimakasih untuk pak Mul yang sudah mengantarkan kita ke tempat tujuan melalui jalan alternatif. By the way,saya dan teman-teman tiba di DTC sekitar jam 8.30 an. Trainingnya lumayan seru buat mencharge ulang baterai dalam diri saya meski kalau boleh usul untuk Yasmin Learning Centre,tolong trainingnya ditambah workshop,insyaallah akan lebih seru.
Training ini banyak menyajikan sekelumit film-film yang bagus, dan saya kira ini salah satu point plus tersendiri coz saya termasuk tipikal orang visual belum lagi hobi saya menonton film he...he...(cat: film yang ditonton bukan sembarang film).
Satu lagi,point plus training ini adalah trainernya. Pertama saya bingung,kenapa untuk membuka acara trainernya lari-lari?? padahal selama ini saya mengikuti training,trainer membuka acara dengan biasa saja dan hanya dengan kata-kata yang 'bersemangat'. Lalu trainernya seperti orang teater,menggambarkan dirinya jadi tukang becak trus pedagang asongan,dll. Salut..deh untuk trainernya Bpk. Setyo Ismoyo. Padahal beliau hampir mendominasi seluruh acara tapi semangatnya itu LUUUUUUAAAARRR BIAAASAA!!! Ibarat baterai yang selalu dicharge. Maaf loh pak......
Nah kalau tadi sudah nilai plus serta usulan untuk training ini sekarang boleh donk kalau saya melihat kekurangannya. Tadi di mobil,saya dan teman-teman membicarakan training ini dan kami agak sedikit kecewa dengan sesi terakhir yang menurut kami seharusnya diisi dengan acara yang membahagiakan dan memberi semangat kepada kami para guru untuk menjadi guru yang akan memberi inspirasi untuk semuanya yah...seperti judul trainingnya diatas. Meski kami pun tahu muhasabah diri itu sangat penting.
Ohya...pas di mobil,sahabatku Mbak Inta telepon,alhamdulillah mau nraktir saya. Kapan mbak????? saya siap kok....kita atur waktu secepatnya ok!
Selamat pagi Indonesia,sekarang sudah jam 00.35,its time to sleep. Insyaallah kalau ada waktu dan pinjaman internet dari adik saya (cat:masih ga modal he...he..) saya mau cerita tentang sekolah saya KB/TKIT Lebah Madu yang berada di BSD (Bumi Serpong Damai).
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Selasa, 08 Juli 2008

KELEMAHAN MANUSIA

Assalamu'alaikum wr.wb.
artikel ini diambil dari www.harunyahya.com. Semoga artikel ini dapat digunakan untuk muhasabah diri terutama untuk diri saya.amin

Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna dan melengkapinya dengan sifat yang unggul. Keunggulannya dibandingkan seluruh makhluk sebagaimana ditunjukkan oleh kemampuan intelektualnya yang khas dalam berpikir dan memahami, dan kesiapannya untuk belajar dan mengembangkan budaya tidak perlu dipertanyakan lagi.

Pernahkah Anda berpikir, mengapa meski memiliki seluruh sifat yang unggul ini manusia memiliki tubuh yang sangat rentan, yang selalu lemah terhadap ancaman dari luar dan dalam? Mengapa begitu mudah terserang mikroba atau bakteri, yang begitu kecil bahkan tidak tertangkap oleh mata telanjang? Mengapa ia harus menghabiskan waktu tertentu setiap harinya untuk menjaga dirinya bersih? Mengapa ia membutuhkan perawatan tubuh setiap hari? Dan mengapa ia bertambah usia sepanjang waktu?

Manusia menganggap semua kebutuhan ini adalah fenomena alami. Namun, sebagai manusia, keperluan perawatan tersebut memiliki tujuan tersendiri. Setiap detail kebutuhan manusia diciptakan secara khusus. Ayat "manusia diciptakan dalam keadaan lemah" (QS. An-Nisaa’, 4: 28) adalah pernyataan yang jelas dari fakta ini.

Kebutuhan manusia yang tanpa batas diciptakan dengan sengaja: agar ia mengerti bahwa dirinya adalah hamba Allah dan bahwa dunia ini adalah tempat tinggalnya yang sementara.

Manusia tidak memiliki kekuasaan apa pun terhadap tanggal dan tempat kelahirannya. Sebagaimana halnya, ia tidak pernah mengetahui di mana atau bagaimana ia akan meninggal. Lebih lanjut lagi, seluruh usahanya untuk membatasi faktor-faktor yang berpengaruh negatif bagi hidupnya adalah sia-sia dan tanpa harapan.


Manusia memang memiliki sifat rentan yang membutuhkan banyak perawatan untuk tetap bertahan. Ia pada hakikatnya tidak terlindungi dan lemah terhadap kecelakaan tiba-tiba dan tak terduga yang terjadi di dunia. Sama halnya, ia tidak terlindungi dari risiko kesehatan yang tidak dapat diperkirakan, tak peduli apakah ia penghuni peradaban yang tinggi atau pedesaan di gunung yang terpencil dan belum maju. Sepertinya setiap saat manusia dapat mengalami penyakit yang tak tersembuhkan atau mematikan. Kapan pun, dapat terjadi suatu kecelakaan yang menyebabkan kerusakan tak tersembuhkan pada kekuatan fisik atau daya tarik seseorang yang tadinya membuat cemburu. Lebih jauh, hal ini terjadi pada seluruh manusia: apa pun status, kedudukan, ras, dan sebagainya, tidak ada pengecualian terhadap akhir tersebut. Baik kehidupan seorang pesohor dengan jutaan penggemar dan seorang penggembala biasa dapat berubah secara drastis pada suatu saat karena kecelakaan yang tidak terduga.

Tubuh manusia adalah organisme lemah yang terdiri dari tulang dan daging dengan berat rata-rata 70-80 kg. Hanya kulit yang lemah melindunginya. Tidak diragukan, kulit yang sensitif ini dapat dengan mudah terluka dan memar. Ia menjadi pecah-pecah dan kering ketika terlalu lama terkena sinar matahari atau angin. Untuk bertahan terhadap berbagai gejala alam, manusia harus berjaga-jaga terhadap dampak lingkungan.

Meskipun manusia dilengkapi dengan sistem tubuh yang luar biasa, "bahan-bahan"nya — daging, otot, tulang, jaringan saraf, sistem kardiovaskuler dan lemak — cenderung meluruh. Bila manusia terdiri dari bahan lain, bukan daging dan lemak, bahan yang tidak memberi jalan bagi penyusup dari luar seperti mikroba dan bakteri, tidak akan ada kesempatan untuk menjadi sakit. Bagaimanapun, daging adalah zat yang paling lemah: ia menjadi busuk bahkan berulat bila dibiarkan pada suhu ruang untuk beberapa waktu.

Untuk senantiasa mengingatkan kepada Allah, manusia acap kali merasakan kebutuhan pokok tubuhnya. Jika terkena cuaca dingin, misalnya, ia mengalami risiko kesehatan; sistem kekebalan tubuhnya perlahan-lahan "jatuh". Pada saat tersebut, tubuhnya mungkin tidak dapat menjaga temperatur tubuh konstannya (37ºC) yang penting untuk kesehatan yang baik.1 Laju jantungnya melambat, pembuluh-pembuluh darahnya berkontraksi, dan tekanan darah meningkat. Tubuhnya mulai menggigil sebagai cara untuk mendapatkan panas kembali. Penurunan suhu tubuh pada 35ºC diiringi tekanan denyut nadi dan kontraksi pembuluh darah di lengan, kaki, dan jari-jari menandakan kondisi yang mengancam jiwa.2 Seseorang dengan suhu tubuh 35ºC menderita disorientasi sangat parah dan terus-menerus tertidur. Fungsi-fungsi mental melambat. Sedikit saja penurunan suhu tubuh membawa konsekuensi demikian, tetapi lebih banyak terkena cuaca dingin, yang menyebabkan suhu tubuh di bawah 33ºC, akan mengakibatkan hilangnya kesadaran. Pada 24ºC, sistem pernafasan tidak berfungsi. Otak mengalami kerusakan pada 20ºC dan akhirnya jantung berhenti pada 19ºC dengan membawa akhir yang tidak dapat dihindari: kematian.

Ini hanyalah satu dari sekian contoh yang akan dikembangkan lebih jauh pada halaman-halaman berikut buku ini. Contoh-contoh ini dikemukakan untuk menekankan bahwa disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak dapat ditawar-tawar yang membahayakan keberadaannya, manusia tidak pernah menemukan kepuasan mendalam selama hidupnya. Tujuannya adalah untuk mengingatkan pembaca bahwa manusia hendaknya menghindari kecintaan buta terhadap hidup dan berhenti menghabiskan seluruh hidupnya mengejar mimpi, dan sebaliknya, selalu mengingat Allah dan hidup yang sesungguhnya, hari akhirat.

Ada surga abadi yang dijanjikan kepada manusia. Sebagaimana akan dapat dilihat oleh pembaca pada halaman-halaman berikutnya, surga adalah tempat kesempurnaan. Dalam surga, manusia akan sungguh-sungguh terjaga dari seluruh kelemahan dan ketidaksempurnaan fisik yang mengelilinginya di bumi. Segala yang ia inginkan dapat diraih dengan mudah. Lebih lanjut, kelelahan, kehausan, keletihan, kelaparan, dan luka tidak akan ada di surga.

Membantu manusia untuk memikirkan sifat mereka sesungguhnya dan dengan konsekuen memiliki pengertian mendalam terhadap keagungan tak terbatas dari sang Pencipta adalah tujuan lain buku ini. Sebagai tambahan, pemahaman bahwa manusia membutuhkan bimbingan Allah tentunya sangat dibutuhkan setiap orang. Allah menyatakan hal ini dalam ayat-ayat berikut:

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Faathir, 35: 15)

(adopted from www.harunyahya.com)

Sabtu yang melelahkan......

Sabtu kemarin,sehabis syuro FDK Albayan ITI, saya pergi ke bertemu Bu Tri (staff Ledu). Niatnya cari buku dan kado untuk jeng shinta yang MILAD hari ahad ini (cat: untuk shinta,smg lebih diberkahi ya umurnya),eh ternyata bu Tri ini membawa saya ke Lipo Karawaci. Jujur, biar ga begitu jauh dari Serpong,saya baru sekali itu kesana. Pertamakali menginjakkan kaki kesana,agk pusing karena "RAMAIIIIII" (mungkin karena liburan). Singkat cerita,kami langsung menuju ke GRAMEDIA. Gramedianya cukup lengkap,ga jauh beda sama yang di Pondok Indah Mall atau Bintaro Plaza. Setelah saya mendapatkan apa yang saya cari,lalu kami jalan-jalan sebentar mengelilingi Mall tersebut apalagi Papa titip belikan sandal disana. Nah, akhirnya sehabis sholat Maghrib,kami pun pulang. Namun, apa yang terjadi??????? disana ada renovasi,kita keluar melalui pintu timur. Disana tidak ada angkot (mau naik taksi,sayang ah...). Ternyata eh ternyata untuk dapat angkot kijang biru kami harus memutar kembali. Capek.......tapi alhamdulillah sampailah kami di rumah masing-masing dengan selamat.